ketilang….130107
January 16, 2007 by sidik00
malam minggu yang lalu..karena gak ada kerjaan aku menemani ippin yang walau udah menikah tetapi tetap membujang (sementara ding, semangat pin!) putar - putar naek sepeda motor menghafal jalan - jalan di Ibukota
beruntunglah dalam semalam cuman ketangkep polisi 2 x !! huehuehuheue beruntung ?!?!? bukan masalah ketangkepnya sih yang menarik perhatianku cuman kondisi aparatur kita
yang pertama polisinya katanya kalo bayar tilang Rp 50.600, ok aku bayar dech dalam hatiku.. eh ternyata polisinya (oknum mungkin lebih tepatnya ) malah diam dan akhirnya ” udah dech mas gak usah banyak2 30rb aja” ?!?! glodak! weleh weleh.. yawesmo gimana lagi, dalam hatiku lain kali mending tak bayar resmi ajah.. ternyata harapanku ta bertepuk sebelah tangan karena beberapa jam kemudian ketilang lagi
kali ini polisinya masih relatif muda dan kayaknya tidak seperti yang pertama.. “Mas sidangnya selasa ya..” waduh di Ibukota emang banyak orang Jawa juga ternyata.. gak tau Jawa bagian mana. “waduh kok selasa pak?!” “ya ..udah ambil di polda aja, hari sabtu ! ” “OK, pak!” dalam hati wah kalo bayar di polda kan resmi juga pikirku setidaknya instansi tentu lebih valid dibanding individu. Besoknya ke polda untuk menyelesaikan urusan.. setelah tanya sono - sini, akhirnya ketemu ruangan bagian “tilang” tidak seperti bayanganku.. ruangan kecil, cuman ada satu petugas dg pakaian sipil dan baru nonton tipi, kayak dkelurahan ajah, nyampe sana cuman “pak kok gak sidang kenapa?” “hari kerja gak sempat pak!” jawabku singkat. “dendanya 50rb!”, oo memang segitu seeh dendanya berdasar kejadian pertama. “Ok saya bayar pak” abis uang diserahkan dan SIM yang ditahan dikembalikan “sudah, pak?! tanyaku ? “sudah!” jawabnya pendek.. saya ulangi lagi “sudah?!” untuk memastikan ? jawaban tetap sama… hu-uh kecewa aku! tak kira pelayanan “tilang” lebih profesional dengan prosedur lebih jelas, tdan ada oret2an bahwa kita sudah menyetor dendan ke kas negara..ternyata ya tetap gitu - gitu ajah.. ini ibukota loh, serambinya republik ini.. masih kayak gitu apalagi yang diluar - luar sono.. dulu dijogja aku pernah kena “tilang” dan ikut sidang..juga gak memuaskan pas aku datang sesuai sidang yang dijadwalkan..eh sidang diundur..dan pas datang lagi ternyata sidang dah selesai.. cuman suruh bayar langsung dengan petugas administrasi di pengadilan dan SIM dikembalikan selesai dech. Yang agak lumayan ketika kena “tilang” di per4 jl. Kaliurang jogaj dan disuruh bayar langsung ke rekening BRI, itu yang paling valid menurutku.. apakah temen2 tau prosedur tilang yang jelas ?! seharusnya aparat kita melakukan sosialisasi bagaimana prosedur yang jelas dalam mengurus “tilang” sehingga yakin uang yang kita bayarkan masuk kas negara! ya begitulah kondisi bangsa ini, tapi kita harus tetap yakin bahwa kedepan kita akan mampu lebih baik lagi! kita gak pernah akan bisa kalo yakin aja kita gak punya
oiya..bentar lagi urusan jatuh bangunya negara ini akan segera mampir ke pundak kita loh! tidak perduli posisi kita dimana dan mengambil peranan apa..
ono kie, dis..
—
TIPS JIKA DITILANG POLISI
Message:
kalo sedang ditilang di jalan oleh Polisi apapun,
jangan sekali2 damai dan ngasih duit, minta tilang
aja langsung, hasilnya tuh Polisi pasti kesel
karena nggak dapet duit dan ngurusnya gampang
kok,
dendanya resmi… seph,,,
Tipsnya:
1. kalo ditilang di jalan sebenernya ada dua
pilihan, Form Biru dan Form Merah…
2. Form Biru adalah kalo anda terima kesalahan
anda, artinya anda nggak perlu berdebat ama
hakim… dgn Form Biru ini anda bayar dendanya di
BRI yg ditunjuk, abis bayar denda resmi ke BRI,
ambil SIM/STNK yg disita di kantor Ditlantas Polda
Metro Jaya di Pancoran, gedung baru sebelum
Gelael
arah Cawang, di sini ada ruang khusus Loket
Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan
hiburan
SateliteTV…
3. Form Merah artinya anda nggak terima
kesalahan
anda dan diberikan kesempatan untuk berdebat ato
minta keringanan ama hakim… biasanya tanggal
sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal
kejadian, tergantung hari sidang tilang di
Pengadilan Negeri yang bersangkutan… contoh:
bila ditilang di kuningan, berarti sidang di PN
JakSel dgn sidang tilang setiap hari selasa…
oleh polisi, barang sitaan (SIM/STNK) akan disetor
ke kantor Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran
sampai dengan H-1 tanggal sidang, jadi selama
masih di Ditlantas Polda Metro Jaya Pancoran,
SIM/STNK tetap bisa ditebus tanpa sidang ke PN,
cukup ke Loket Tilang, serahin Form Merah, bayar
dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses…
4. H-1 tgl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah
dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi
harus ditebus di PN yang bersangkutan…
5. kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal
sidang yang tertera di Surat Tilang ke PN yang
bersangkutan, tapi ini nggak disaranin, kenapa…?
karena antreannya luar biasa panjangnya, kita
tetap nggak punya kesempatan bertemu hakim,
karena
sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan akan
banyak
banget CALO yg nawarin bantuan, sebaiknya
dihindari… lebih baik cuekin aja tanggal sidang,
ambil SIM/STNK terserah anda di hari lain, hindari
hari sidang tilang biar nggak rame, terus langsung
tuju Loket Khusus Tilang yang ada di masing2
PN…
tunjukin Form Merah, dalam 5 menit SIM/STNK
udah
di tangan dengan membayar denda resmi…
sebelumnya, cermati berapa denda resminya, biar
nggak dilebih2in ama petugasnya, contoh: denda
sepeda motor masuk jalur cepat adalah Rp.
15000,-,
petugasnya kemungkinan akan bilang Rp. 25600,-,
dikasih angka 600 agar seolah2 itu perhitungan
rumus2, padahal akal2an aja biar ada yg masuk
kantong dia, karena saat dikasih uang bulet Rp.
15000,-, dia pasti akan diem aja kok…
gampang kan…? jadi intinya: jangan sekali2 damai
ama Polisi di jalanan, minta tilang aja, pilih
prosedur sesuai tips di atas, nggak usah ikut
sidang kalo nggak pengen repot, cuekin calo2 yg
nawarin bantuan, bayar denda sesuai tarif resmi…
semua ini demi INDONESIA yg bersih dan
berwibawa
gemah ripah loh jinawi… hehehehe…
PS:
silakan disebar, biar nggak ada lagi yg diperas
ama Polisi, calo, dll..
weleh mbak oming..lengkap kaleee….
jangan² sampeyan salah satiu bekas calo juga ya…
hwehehehe…pissss….
dik..berarti ak luwih begjo yo..pasngancani ippin neng surabaya ki blas ora kesemprit pisan²a…
sekaline kesemprit ki pas bar maem bakso…tukang parkir tapi…
hwehehehe…
suwun dab..